Gaya Desain Furnitur Favorit Sepanjang Masa
11 gaya desain furnitur terpopuler
pada setiap periode yang memiliki karakter unik dan cukup kuat yang
merupakan representasi dari kondisi sosial masyarakat kala itu.
. Rococo
Gaya furnitur Rococo
tergolong salah satu gaya furnitur vintage yang hingga kini masih
banyak peminatnya. Ciri khas dari furnitur satu ini yakni bentuknya yang
cenderung ‘berlebih-lebihan’ dibandingkan bentuk furnitur pada umunya
yang justru menekankan pada desain yang minimalis. Dengan kesan
berlebihan yang ditonjolkan, hal ini membuat furnitur Rococo terlihat
mewah dan menawan, sangat sesuai untuk digunakan oleh raja atau kaum
bangsawan kala itu mengingat furnitur Rococo ini dibuat pada sekitar
abad 18an. Furnitur ini pertama kali diperkenalkan di Prancis. Namun
kemudian, kepopuleran furnitur model ini berhasil menjangkau seantero
negara-negara Eropa, khususnya Jerman.
Rococo Style Furniture
Di pertengahan abad ke 19, banyak
dilakukan berbagai macam pembaharuan yang menyangkut desain dan model
furnitur ini. Saat itu, pada pertengahan abad 19 terjadi semacam tren
untuk mengkoleksi barang-barang termasuk furnitur yang booming di abad
ke 18, dan furnitur Rococo ini adalah salah satunya. Sehingga, di era
yang sama, furnitur Rococo kembali memperoleh kejayaanya ditengah
pecinta furnitur vintage.
Victorian Style Furniture
. Victorian
Setelah banyak dibahas kemarin, furnitur
Victorian yang merupakan salah satu furnitur vintage terpopuler ini
memang tak dapat dielakkan keunikannya. Terlebih, dari bentuk-bentuk meja dan kursi Victorian
yang cenderung tak lazim karena mengeksploitasi gaya desain yang baru
di eranya. Karena banyak mendapat pengaruh dari era pemerintahan ratu
Victoria di Inggris, tak ayal pengaruh gaya kerajaan sangat tampak pada
furnitur satu ini, yakni terlihat dari pemilihan bahan berupa kayu padat
serta pahatan-pahatan di beberapa bagian.
Sepintas, furnitur Victorian memang
mirip dengan furnitur Gotik, hanya saja furnitur ini mengeksploitasi
desain yang lebih fleksibel dan terbuka. Meskipun furnitur ini
diproduksi secara masal, namun toh tak mengurangi nilai estetika dari
furnitur yang tergolong vintage ini.
Neo Classic Style Furniture
. Neo Classic
Sesuai dengan namanya, furnitur Neo
classic merupakan gaya desain furnitur yang berupaya membangkitkan
kembali fitur-fitur furnitur klasik, namun dengan nuansa yang baru. Gaya
furnitur in banyak mendapat pengaruh dari banyaknya penemuan-penemuan
arkeologi di sekitar abad 18 di beberapa negara, terutama di Yunani dan
Italia. Negara tersebut terkenal memilki peradaban yang maju di masa
lampau dengan gaya desain furnitur yang sangat khas dan memiliki nilai
estetika yang tinggi. Hal ini membuat para pembuat furnitur pada saat
itu berusaha untuk menampilkan keindahan dan keistimewaan gaya furnitur
di masa lampau (era klasik).
Gaya desain furnitur Neo classic
ini menjadi favorit masyrakat hingga tahun 1880. Karakter dari furnitur
satu ini yakni penerapan bentuk-bentuk persegi dengan garis-garis lurus
yang tegas. Banyak yang menyebut bahwa furnitur jenis ini merupakan
pengganti dari furnitur Rococo. Furnitur Rococo banyak mengeksploitasi
bentuk-bentuk bulat dan melengkung, sedangkan Neo classic lebih ke
bentuk-bentuk persegi dengan garis yang tegas.
Art Nouveau Style Furniture
. Art Nouveau
Art Nouveau
merupakan salah satu gaya furnitur yang cenderung menekankan pada
banyaknya hiasan-hiasan serta ornamen, sehingga karakternya cenderung
lembut dan rapuh. Furnitur ini juga kerap mengaplikasi garis-garis yang
panjang namun berkelok-kelok. Pada beberapa furnitur, tak jarang kita
temui beberapa gambar atau lukisan yang diterapkan pada permukaanya
sebagai bagian dari ornamen yang mempercantik tampilan furnitur.
Gambar-gambar yang kerap disajikan berupa gambar wanita, bunga,
dedaunan, dan hal lain yang cenderung menonjolkan hal-hal bernuansa
feminis.
Furnitur ini banyak digemari terutama di
era tahun 1890 hingga 1910. Art Nouveau ini meskipun kemunculannya
bermula di Eropa, namun ketenarannya hingga mencapai Amerika Serikat.
Scandinavian Style Furniture
. Scandinavian
Scandinavian furnitur,
sesuai namanya furnitur ini berasal dari negara-negara Skandinavia.
Ciri khas gaya desain furnitur satu ini yakni kesederhanaan bentuk namun
dengan tingkat presisi dan kerapihan yang tinggi, sehingga terlihat
berkelas. Furnitur ini biasanya dibuat dari kayu lapis. Sama halnya
dengan furnitur Victoria, furnitur ini juga banyak diproduksi secara
masal. Furnitur ini banyak menyebar ke berbagai negara di tahun 1930
kemudian menjadi salah satu gaya desain furnitur favorit kala itu.
Country Style Furniture
. Country
Furnitur Country
sangat kental akan nuansa kuno dan lama, namun disitulah letak nilai
estetisnya. Meskipun terlihat kasar, lusuh, dengan nuansa pedesaan yang
khas, toh furnitur ini banyak dicari dan disukai oleh masyarakat Eropa
terutama Amerika Serikat. Untuk lebih memberi kesan tua, furnitur ini
biasanya tidak diproduksi secara masal dan pembuatannya dilakukan
berdasarkan pesanan. Di Indonesia sendiri, salah satu contoh furnitur
yang memilki tampilan tua khas pedesaan yakni kursi yang beralaskan
anyaman bambu.
Japanese Style Furniture
. Japanese
Furnitur tradisional Jepang
memiliki karakter berupa bentuk yang minimalis, serta minimnya
penggunaan furnitur pada satu ruangan. Dibandingkan dengan penggunaan
sofa atau kursi besar, furnitur Jepang lebih cenderung berupa bantal
atau alas duduk yang diletakkan di lantai. Biasanya, alas duduk ini
dilengkapi dengan meja kayu padat yang tak terlalu tinggi dengan bentuk
minimalis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar